Penangkapan WNA asal Malaysia

Kantor Imigrasi Kelas I Palembang berhasil menggagalkan aksi seorang WNA asal Malaysia yaitu Richard Wijaya (45 ) yang memiliki nama asli Quek Chia How untuk membuat Paspor Indonesia. Kecurigaan petugas Imigrasi bermula ketika proses wawancara, diketahui bahwa dokumen yang dilampirkan sebagai syarat pembuatan paspor yaitu KTP, Kartu Keluarga serta Akte Kelahiran semuanya palsu.

Menurut Barlian, selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Richard memiliki istri di Jakarta dan baru-baru ini dia tinggal di Palembang menyewa rumah kontrakan di kawasan 26 Ilir, alamat yang sama dengan KTP elektronik miliknya. Atas tindakannya tersebut pelaku dikenakan pasal 126 huruf c Undang-Undang No 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. Ancamannya pidana penjara dan denda sebesar Rp 500 juta.

Gerakan Empati Layanan Paspor

[espro-slider id=211]

Demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalu Kantor Imigrasi Kelas I Palembang melaksanakan Gerakan Empati Layanan Paspor dengan menggunakan Pakaian Khas Sumatera Selatan dari tanggal 17 – 28 Oktober 2016. Kegiatan tersebut dilaksanakan juga dengan pembagian suvenir kepada pemohon jasa Keimigrasian serta penyampaian senyum, salam, dan sapa.
Gerakan Empati tersebut merupakan kegiatan serentak yang dilaksanakan di Kantor Imigrasi seluruh Indonesia.

Jalan Santai Peringatan Hari Dharma Karyadhika

[espro-slider id=198]

Palembang (16/10/2016), Dalam rangka memeriahkan Hari Dharma Karyadhika Tahun 2016, Kantor Imigrasi Kelas I Palembang beserta Jajaran Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan menggelar kegiatan Jalan Santai Bersama. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan, Bapak Juliasman Purba.

Kegiatan jalan santai bersama diadakan sebagai bentuk kebersamaan antar pegawai serta keluarga besar Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan. Kegiatan jalan santai bersama merupakan rangkaian kegiatan untuk memepringati Hari Dharma Karyadhika Tahun 2016.

 

Penguatan Fungsi Keimigrasian dan Pembentukan TIMPORA Kecamatan

[espro-slider id=186]

Upaya pelaporan dari setiap lini akan adanya Warga Negara Asing sangat penting demi menjaga ketertiban dan keamanan. Kebijakan Keimigrasian yang kokoh dan aturan yang ketat dalam mengawasi Warga Negara Asing demi meminimalisir kemungkinan terjadinya pelanggaran Keimigrasian tanpa mengabaikan azas-azas yang memicu pelanggaran Hak Asasi. Dalam rangka meningkatkan tugas dan fungsi Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I Palembang mengadakan kegiatan Penguatan Fungi Keimigrasian dan Pembentukan TIMPORA Kecamatan di Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas I Palembang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 07 September 2016, pukul 09.00 s.d selesai di Aula Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan Penguatan Fungsi Keimigrasian dan Pembentukan TIMPORA Kecamatan adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan untuk mewujudkan penegakan hukum Keimigrasian dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Indonesia, serta memperkokoh koordinasi yang baik dan berkesinambungan antar instansi terkait sehingga penegakan hukum Keimigrasian dapat dilaksanakan.

Keberadaan orang asing dan lembaga asing di Indonesia sekarang dan kedepan akan terus berkembang. Seiring dengan perkembangan tersebut, diperlukan mekanisme administrasi yang tepat, terpadu dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.