Forum Intelijen Keimigrasian ASEAN di Bali

[espro-slider id=173]

Bali (20/9) – Forum Intelijen Keimigrasian ASEAN menggelar pertemuan yang bertajuk THE 12TH ASEAN IMMIGRATION INTELLIGENT FORUM. Delegasi Negara yang telah hadir diantaranya adalah Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Indonesia serta Sekretariat ASEAN. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pulau Dewata, Bali yang juga merupakan bagian dari Pertemuan Direktur Jenderal Imigrasi se ASEAN yang dibuka oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Bapak Yasonna H Laoly. Ada beberapa isu yang muncul pada pertemuan tersebut, diantaranya adalah tindakan pencegahan terhadap kejahatan terorisme di wilayah Asia Tenggara, Pencegahan kejahatan Keimigrasian (pemalsuan dokumen, pelanggaran izin tinggal, serta perdagangan dan penyelundupan manusi), dan Keamanan Perbatasan. Pada pertemuan tersebut dihasilkan beberapa poin kesepakatan yaitu :

  1. Kontak poin (nomor telpon) dari Kepala TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi)  Utama ditambahkan ke dalam kontak poin 24/7 AIIF.
  2. Membentuk forum khusus bagi Kepala-kepala TPI Utama ASEAN untuk saling bertukar pandangan dan informasi langsung dalam menghadapi isu terkait di masing-masing TPI.
  3. Terkait dengan pergerakan atau lalu lintas FTF, perlu kesediaan Negara Anggota untuk sukarela mengkoordinir data dan menyebarluaskan data ke Negara lain.